PIAGAM GUMI SASAK: MARI DITENGOK
Menurut Murahim M.pd., yaitu salah satu dosen Bahasa Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram, beliau merupakan salah satu tokoh yang ikut ambil andil untuk mendampingi pembacaan Piagam Gumi Sasak mengatakan bahwa” Piagam Gumi Sasak tidak di cetuskan oleh segelintir orang dan tidak dengan proses yang singkat. Piagam Gumi Sasak lahir karena adanya masalah-masalah kebudayaan. lahirnya piagam tersebut dikarenakan karena adanya sejarah yang diobrak-abrik demi kepentingan penguasa” dan dari situlah lahir berdasarkan kesepakatan dari tokoh-tokoh masyarakat kebudayaan untuk memperbaiki dan melindungi kebudayaan sehingga lahirlah sebuah hasil kesepakatan yang dikenal dengan nama “PIAGAM GUMI SASAK” yang bertujuan untuk menggali dan menegakkan jati diri suku bangsa Sasak, menegakkan harkat dan martabat suku bangsa Sasak dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal suku bangsa Sasak.Perumusan Pagam Gumi Sasak bertempat di aula Meseum Negeri Tenggara Barat, Lombok. Berikut isi ...